Liputan Bola Terkini – Kebersamaan Thomas Frank dengan Tottenham Hotspur resmi berakhir lebih cepat dari rencana awal. Rentetan hasil buruk di Premier League membuat manajemen Spurs mengambil keputusan tegas, meski situasi klub masih berada di tengah musim. Kekalahan 1-2 dari Newcastle menjadi titik balik, karena hasil tersebut menyeret Tottenham ke papan bawah klasemen dan meningkatkan tekanan dari publik serta suporter setia.
Tekanan Besar di Era Thomas Frank
Sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala, Thomas Frank diharapkan mampu membawa stabilitas dan identitas permainan baru bagi Tottenham. Namun kenyataannya tidak berjalan mulus. Performa inkonsisten membuat Spurs terperosok ke peringkat 16, hanya berjarak lima poin dari zona degradasi. Selain itu, atmosfer di stadion semakin panas karena sebagian suporter mulai kehilangan kesabaran.
Tekanan tersebut mencapai puncaknya ketika nama Mauricio Pochettino kembali menggema dari tribun. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan terhadap Thomas Frank mulai runtuh. Oleh karena itu, manajemen menilai perubahan di kursi pelatih sebagai langkah yang tak terhindarkan.
Kontrak Mewah Thomas Frank di Tottenham
Ketika direkrut dari Brentford, Thomas Frank datang dengan status pelatih berprofil tinggi. Tottenham harus menebus klausul pelepasan senilai 6,7 juta pounds dan mengikatnya dengan kontrak hingga Juni 2028. Nilai gajinya pun tidak kecil, yakni sekitar 8 juta pounds per musim.
Secara keseluruhan, nilai kontrak Thomas Frank mencapai 24 juta pounds untuk tiga tahun. Meski masa baktinya terhenti lebih cepat, ia tetap berhak atas kompensasi besar. Inilah yang membuat perpisahan ini menjadi sorotan, karena dari sisi finansial, Frank tetap berada di posisi yang sangat menguntungkan.
Performa Lapangan yang Tak Sejalan
Di atas lapangan, hasil yang diraih Thomas Frank belum sesuai ekspektasi. Dari 38 pertandingan di semua kompetisi, ia hanya mencatatkan 13 kemenangan. Catatan tersebut membuat rasio kemenangan tergolong rendah untuk ukuran klub sekelas Tottenham.
Lebih jauh lagi, di Premier League, Spurs hanya meraih tujuh kemenangan dan bahkan belum mencatatkan satu pun kemenangan liga sepanjang tahun 2026. Angka-angka ini memperkuat alasan manajemen untuk menghentikan kerja sama lebih awal.
Dampak Finansial dan Arah Klub ke Depan
Pemutusan kontrak Frank berpotensi menelan biaya besar bagi Tottenham. Jika sisa kontrak dibayarkan penuh, total pengeluaran klub bisa menembus lebih dari 30 juta pounds. Namun demikian, ada kemungkinan klausul tertentu memungkinkan kompensasi yang lebih rendah.
Situasi ini juga memicu evaluasi internal klub. Beberapa eksekutif yang terlibat dalam penunjukan Frank kini ikut disorot. Ke depan, Tottenham diharapkan belajar dari pengalaman ini agar keputusan strategis berikutnya lebih selaras dengan visi jangka panjang klub dan tuntutan kompetisi modern.

